Output Karya Ilmiah dari Rama Karya Edisi 1

 Persepsi Masyarakat Terhadap Produk Perbankan Syariah

Warningsih 
IAIN Pekalongan
Email:warningsihningsih014@gmail.com

Abstract: The large Muslim population in Indonesia makes Islamic banks grow rapidly. 
However, only a few see Islamic banking products. That is the codition of the community that 
needs to look in more detail about Islamic bank mortgages. As with conventional banks, 
Islamic banking also has financial products that are suitable for you and are not usury. You 
must know, in general, Islamic banking products are divided into three, namely fundraising 
products, service product provided by banks to customer and producs for channeling funds. 
This jurnal intends to provide the general publick with knowledge of sharia products. 
Especially muslims who have entered the world of banking. Hopefully what we discuss in the 
gospel jurnal will play for all.

Abstrak: Jumlah penduduk muslim yang besar di Indonesia membuat bank syariah 
berkembang pesat. Namun, hanya sedikit yang melihat produk perbankan syariah. Itulah kodisi 
masyarakat yang perlu mencermati lebih detail tentang KPR bank syariah. Seperti halnya bank 
konvensional, perbankan syariah juga memiliki produk keuangan yang sesuai untuk Anda dan 
bukan riba. Perlu Anda ketahui, secara umum produk perbankan syariah terbagi menjadi tiga, 
yaitu produk fundraising, produk jasa yang diberikan bank kepada nasabah dan produk untuk 
penyaluran dana. Jurnal ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas 
tentang produk syariah. Terutama kaum muslimin yang sudah memasuki dunia perbankan. 
Mudah-mudahan apa yang kita bahas di jurnal Injil bisa bermanfaat bagi semua.

Kata Kunci: pemahaman produk perbankan syariah , persepsi masyarakat.


PENDAHULUAN 
Perkembangan bank syariah di Indonesia secara umum cukup menggembirakan. Ini ditandai 
dengan semakin dikenalnya bank syariah maupun dengan meningkatnya kinerja bank syariah 
nasional. Menurut Ihsan Mojo, peneliti INDEF, perkembangan bank syariah di Indonesia telah 
on the track. Semakin berkembangnya bank syariah di Indonesia dan dunia antara lain 
disebabkan oleh kemampuan bank syariah ketika menghadapi krisis keuangan. baik krisis 
keuangan tahun 1998 maupun krisis keuangan tahun 2009, dimana banyak bank konvensional 
kolaps sedangkan bank syariah tetap bertahan.
Berbagai faktor yang menentukan berkembangnya bank syariah di Indonesia salah satunya 
adalah faktor demografi dimana penduduk di Indonesia 87% adalah beragama Islam. Tetapi 
pengaruh factor-faktor lain misalnya faktor kualitas produk perbankan, faktor layanan, faktor 
promosi, dan kepuasan nasabah ikut menentukan diterimanya bank syariah di masyarakat.
Suatu realita yang tak bisa dibantah bahwa masyarakat Islam secara mayoritas masih terkenal 
dengan sifat ketundukannya pada ajaran agama terutama dalam bidang ibadah mahdhah. 
Namun, dalam bidang muamalah nampaknya tidak banyak mengubah sifat keberagamaan umat 
Islam. Berdasar dari latar belakang masalah di atas, maka ada dua perumusan masalah yang 
akan dibahas dalam artikel ini, yaitu: 
Apa yang disebut dengan perbankan syariah, dan apa saja produk-produknya?. Bagaimana 
fiduciary biasa dipergunakan dalam produk perbankan syariah? Untuk dapat menjawab 
perumusan masalah ini, maka terlebih dahulu akan dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan 
perbankan syariah.
Indonesia adalah sebuah negara yang jumlah terbesar penduduknya adalah umat muslim 
terbanyak di dunia yang menjadikan Indonesia sebagai pasar yang bepeluang dalam 
pengembangan keuangan syariah. Namun, inisiatif lebih spesifik untuk mendirikan bank 
syariah dilaksanakan sejak tahun 1990-an. Mayoritas muslim sepakat bahwa bunga yang 
diaplokasikan dalam bank konvensional termasuk riba yang tidak dibolehkan di dalam AlQur’an maupun hadist Nabi Muhammad SAW.
Terkait dengan hal tersebut maka munculah perspektif masyarakat akan produk yang berbasis 
syariah. Hal ini terjadi akibat kurangnya pengetahuan mengenai aktivitas bank syariah serta kurangnya sosialisasi mayoritas beragama islam. Pengetahuan masyarakat sebatas bank 
konvensional saja mempengaruhi kinerja perbankan syariah di berbagai wilayah di Indonesia.

Namun, masih banyak yang berpendapat bahwa menabung di bank syariah sama saja 
menabung di bank konvesional. Hal ini diakibatkan karena kurangnya sosialisasi terkait bank 
syariah. Menginggat masyarakat desa bakti mayoritas beragama islam, tetapi keberadaan bank 
islam tidak mampu mengalihkan pemikiran nasabah bagi bank khususnya dalam 
pembahasaannya Persepsi Masyarakat Terhadap Produk Perbankan Syariah.
Dalam rangka menghindari pembayaran dan penerimaan riba atau bunga, maka dalam 
melaksanakan kegiatan pembiayaan (financing), perbankan syariah menempuh mekanisme 
bagi hasil (profit and loss sharing investment) sebagai pemenuhan kebutuhan permodalan 
(equity financing) dan investasi berdasarkan imbalan (fee based investment) melalui 
mekanisme jual beli sebagai pemenuhan kebutuhan pembiayaan (debt financing).

METODE PENELITIAN 
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek 
alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci (Sugiyono, 2005). Perbedaannya dengan 
penelitian kuantitatif adalah penelitian ini berangkat dari data, memanfaatkan teori yang ada 
sebagai bahan penjelas dan berakhir dengan sebuah teori.
Menurut Moleong (2005:6), penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk 
memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, 
persepsi, motivasi, tindakan, dll secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk katakata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai 
metode alamiah.
Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalamdalamnya dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula, yang menunjukkan 
pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti.
Pada penelitian kualitatif, semakin mendalam, teliti, dan tergali suatu data yang didapatkan, 
maka bisa diartikan pula bahwa semakin baik kualitas penelitian tersebut. Maka dari segi 
besarnya responden atau objek penelitian, metode penelitian kualitatif memiliki objek yang 
lebih sedikit dibandingkan dengan penelitian kuantitatif, sebab lebih mengedepankan 
kedalaman data, bukan kuantitas data.

HASIL PENELITIAN 
Penelitian ini dilakukan melalui kuesioner terkhusus warga masyarakat Pekalongan yang 
memiliki tujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap produk-produk perbankan 
syariah untuk itu saya mengambil responden dari Mahasiswa maupun kaulah muda yang mau 
membuka suaranya sebagai wujud partisipasi dalam lembaga pembiayaan bank syariah, di 
lingkungan Kota Pekalonagn dan Wilayah Jawa Tengah . Kami mengharapkan kerjasama 
responden untuk mengisi atau menjawab setiap pertanyaan yang diajuakan dalam angket atau 
kuesioner yang telah saya buat.
Kuesioner dibagikan pada tanggal 8 Mei – 19 Mei 2021 kurang lebih 12 hari dengan 45 
jawaban responden sesuai target awal saya sebanyak 45 Mahasiswa, Sebagai berikut:
1. Aryf Rizqy 
2. Nadia Kartika PW 
3. Isza Fina Alfiani
4. Alya Cahyani
5. Nanda Meilia Andini
6. Maritsa Hilaliya 
7. Irziyana Zulfatus Shiyamah
8. Harnum Tiara Arnie
9. Sekar Ajeng Afrilliani
10. Ilma Nafiyah
11. Fina Nurul Izah 
12. Mutia A
13. Risma
14. Sulis setiowati
15. Safina Makarima
16. Indah Uswatun Khazanah
17. Maytri 
18. Oktavia Puja Rosjayanti
19. Reny wirantika
20. Lina Widyaningrum
21. Salwa Sausan
22. MASKURI
23. Vena Quin Indriani
24. MOCHAMAD YUSUF
25. Siti Maisaroh
26. Fahmi Khoeroni
27. Maria Ulfa Dwi P
28. Warningsih
29. Amilatul
30. Dina Nofita Sari
31. Dewi Sherly Marliana
32. Gangsar Purwo Nugroho
33. Maya Nisa
34. Herlinah
35. Dicky Ferryanda
36. M. FathrezzaImani
37. Adinda Rizqi Aryani 
38. Lilis hidayati
39. Nisfatul Khomsah 
40. Tri Yuliyanti
41. Rayhani Sofya Maula
42. Riyadina Suci Rahmawaty 
43. Dinda Dwi Lestari
44. Uly Auliyani
45. Farah Mahdiah
Nama-nama diatas merupakan persepsi Para Mahasiswa maupun kaulah muda bersuara terkait 
dengan produk perbankan syariah yang mereka ketahui. 

Berikut adalah 15 point pertanyaan dari kuesioner:
1. Saya sudah mengenal produk-produk perbankan syariah ?
2. Saya sering membaca artikel tentang perkembangan perbankan syariah?
3. Saya menyukai layanan yang diberikan pegawai bank syariah yang pernah saya jumpai ?
4. Saya lebih memilih produk perbankan syariah daripada produk bank konvensional ?
5. Saya paham apa saja yang termasuk produk perbankan syariah ?
6. Saya mempunyai rekenening bank syariah sebagai penyimpanan dana ?
7. Saya mahasiswa yang berpartisipasi dalam penerapan praktik syariah ?
8. Saya mengetahui akad-akad yang ada pada perbankan syariah ?
9. Saya akan berusaha memberikan pemahaman kepada keluarga saya dalam sistem perbankan 
syariah ?
10. Saya tidak memikirkan laba yang diperoleh dari bank konvensional yang jauh lebih besar 
tetapi kecil manfaatnya ?
11. Produk Perbankan Syariah membantu saya dalam memahami pemabagian keuntungan 
menurut syariat islam yang benar sesuai dalam al-Qur’an?
12. Saya tetap memilih perbankan syariah daripada bank konvensional?
13. Saya mengetahui berapa jumlah bank syariah disekitar saya ?
14. Saya tidak tahu apa perbedaan bank syariah dan konvensional?
15. Saya telah mendapat materi yang terkait dengan produk perbankan syariah ?

Hasil Kuesioner:
Dari 15 pertanyaan dari Kuesioner tersebut, sekali lagi dominan dari Mahasiswa IAIN 
Pekalongan dengan tingkat / semester 4. 
Point pertama pada kuesioner menunjukan bahwa sebagian responden sebesar 50% sudah mengetahui apa saja produk-produk perbankan syariah. 
Point kedua adanya minat baca responden akan informasi yang diketahui melalui media penunjang dalam akses informasi sebesar 60%. 
Point ketiga menunjukan bahwa responden menyukai pelayanan pegawai bank syariah yang pernah ditemui oleh masing-masing individu sebesar 73,3%. 
Point keempat menunjukan bahwa responden lebih memilih produk perbankan 
syariah daripada produk bank konvensional sebesar 62,2%. 
Point kelima menunjukkan bahwa responden masih belum paham akan produk perbankan 
syariah dengan angka 55,6%. 
Point keenam sebesar 35,6% menunjukan responden banyak 
yang belum memiliki rekening bank syariah. 
Point ketujuh sebesar 51,1 % menunjukan bahwa 
mahasiswa telah ikut berpartisipasi aktif dalam mensosialisasikan kepada keluarga maupun 
masyarakat sekitar terkait perbankan syariah. 
Point kedelapan sebesar 57,8% menunjukan bahwa responden telah mengetahui akad 
perbankan syariah yang telah ada. 
Point kesembilan sebesar 68,9% menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa tehadap produk perbankan syariah. 
Point kesepuluh sebesar 53,3% 
menunjukkan bahwa responden menjawab bahwa mereka tidak memikirkan laba yang diperoleh melainkan manfaat secara syariah. 
Point kesebelas sebesar 82,2% menunjukkan 
responden mengetahui alur perbankan syariah. Point keduabelas sebesar 53,3% menunjukkan 
bahwa responden memilih bank syariah daripada bank konvensional. 
Point ketigabelas sebesar 57,8% menunjukkan responden telah mengetahui jumlah bank syariah yang ada disekitar tempat tinggal masing-masing responden. 
Point keempatbelas sebesar 64,4% menunjukkan bahwa responden mengetahui perbedaan bank syariah dengan bank konvensional. 
Point terakhir kelimabelas menunjukkan bahwa responden sebesar 73,3% telah mendapatkan materi terkait perbankan syariah selama kuliah. 

Kesimpulan dari penelitian ini yang terkait dengan,“ Persepsi Masyarakat terhadap Produk 
Perbankan Syariah”, membawa inti kata bahwa Masyarakat telah mengetahui Produk 
Perbankan Syariah dan sebagai agen penyalur kita mengadakan sosialisasi dalam menanggani 
masyarakat yang belum mengenal Perbankan Syariah sehingga masyarakat mengetahui akadakad bank Syariah. 

Telaah Pustaka

Pengertian Produk Perbankan Syariah
Bank Syariah mulai dikenal public saat berdirinya Bank Muamalat pada tahun 1991. Para pendirinya 
terdiri dari pengusaha muslim, pemerintah dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ( ICMI ). Lambat laun, bank syariah semakin berkembang . Salah satunya dengan disahkannya Undang-undang Perbankan Syariah Nomor 21 Tahun 2008 oleh DPR RI. Prospek bank syariah sangat baik. Sebab, Indonesia memiliki tiga syarat yang menjadikan bank syariah bertumbuh dengan baik. Pertama, masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam. Kedua, sumber daya manusia ( SDM ) yang berlimpah. Ketiga, Kualikasi SDM yang memadai maksudnya didapatkan dari sekolah maupun Universitas. Sama halnya dengan bank konvensional, perbankan syariah juga memiliki produk keuangan yang cocok bagi kamu dan tidak riba. Kamu harus tahu, secara garis besar, produk perbankan syariah dibagi tiga, yaitu produk penghimpun dana, produk jasa yang diberikan bank ke nasabah, dan produk penyaluran dana.
1. Produk penghimpun dana
Produk penghimpun dana ini dibagi menjadi dua, yaitu prinsip wadiah dan prinsip 
mudharabah. Prinsip wadiah mirip dengan penerapan pada rekening giro atau dikenal dengan 
wadiah yad dhamanah. Sementara wadiah amanah, harta titipan dilarang dimanfaatkan oleh 
yang dititipi.
Untuk prinsip mudharabah, penyimpan berperan sebagai pemilik modal dan bank sebagai 
pengelola. Dana yang disimpan di bank bisa digunakan oleh bank untuk melakukan 
pembiayaan. Jika bank memanfaatkannya dengan tujuan pembiayaan mudharabah maka 
bank bertanggung jawab bila terjadi kerugian.
2. Produk penyaluran dana 
Kamu perlu tahu bahwa produk penyaluran dana dibagi menjadi tiga, yaitu prinsip jual beli, 
prinsip sewa, dan prinsip bagi hasil. Prinsip jual beli dibagi lagi menjadi dua yaitu ba'i al 
murabahah, ba'i assalam, dan ba'i al istishna. Ba'i al murabahah adalah jual beli dan harga 
awal ditambah keuntungan yang disepakati antara nasabah dan bank.
Ba'i assalam yaitu nasabah berperan sebagai pembeli dan pemesan memberikan uangnya di 
tempat akan sesuai dengan harga barang yang telah disebutkan sebelumnya. Sementara ba'i 
al istishna adalah bagian dari ba'i assalam, tapi untuk bidang manufaktur.
Prinsip sewa atau ijarah yaitu kesepakatan pemindahan kegunaan atas barang ataupun jasa 
tanpa diikuti pemindahan kepemilikan pada barang yang disewakan.
Terakhir, yaitu prinsip bagi hasil. Adapun prinsip bagi hasil ini dua macam, musyarakah dan 
mudharabah. Musyarakah yaitu dua pihak atau lebih yang bekerja sama untuk meningkatkan 
aset yang ada. Seluruh pihak yang terlibat memadukan sumber daya yang dimiliki baik yang 
berwujud ataupun tidak berwujud. Sementara musharabah yaitu kerja sama dua orang atau 
lebih dengan pemilik modal mempercayakan modalnya dikelola dengan perjanjian 
pembagian keuntungan.
3. Produk jasa yang diberikan bank kepada nasabah
Produk ini terbagi menjadi delapan, yaitu wakalah, kafalah, qardh, sharf, ijarah, rahn, 
hiwalah, dan akad al-wadiah.
Wakalah yaitu akad pemberi wewenang dari lembaga atau orang kepada pihak lain untuk 
mewakilinya melaksakan keperluan dengan batas wewenang dan waktu tertentu. Kafalah 
berarti jaminan yang diberikan penanggung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban 
pihak yang ditanggung.
Sementara qardh berarti pemberian harta kepada orang lain yang bisa dimintakan kembali. 
Lalu, sharf merupakan layanan jasa jual beli valuta asing.
Rahn berarti menahan harta milik peminjam untuk jaminan atas pinjaman yang diterimanya 
atau disebut juga jaminan hutang gadai. Ada syarat tertentu yang perlu dipenuhi agar masuk 
dalam klasifikasi gadai. Selanjutnya ialah ijarah yang diperuntukan pada produk pembiayaan 
berlandaskan syariah. Inilah jenis perjanjian yang biasanya dipakai untuk KPR bank syariah.
Hiwalah atau transaksi mengalihkan utang piutang dilakukan untuk membantu supllier 
mendapatkan modal dalam bentuk uang tunai agar usahanya bisa terus berjalan. Terakhir, 
akad al-wadiah yaitu prinsip dasar layanan administrasi dokumen, landasan syariah produk 
tabungan, termasuk giro.
Bagaimana, kamu sudah memahami, kan, apa saja produk yang dimiliki produk perbankan 
syariah? Setelah mengetahui produk perbankan syariah, tentu kamu bisa menjadikan bank 
syariah sebagai pilihan untuk menyimpan dana. Kamu bisa memulainya dengan menabung. 
Setidaknya, saat menjatuhkan pilihan ke bank syariah, kamu tidak bingung lagi dengan istilahistilah yang ada.

Persepsi Masyarakat 
Persepsi adalah pendapat seseorang terhadap suatu objek tertentu dimana ia mengemukakan apa yang diketahui tentang objek tersebut. Sedangkan masyarakat adalah sekumpulan orang-orang yang berada di suatu wilayah yang menjadi objek penelitian , adapun masyarakat yang dimaksud dalam pembahasan kali ini yaitu masyarakat umum .
Secara historis perkembangan bank berdasarkan sistem mudharabah sangat besar namun 
masih keterbelakangan dengan bank yang melakukan sistem bunga.Dewasa ini, bank syariah 
bukan hal asing lagi bagi masyarakat karena kinerja dan kontribusinya dalam pertumbuhan 
industri perbankan yang hasil kinerjanya semakin nyata ketika terjadi krisis ekonomi melanda 
Indonesia.Masa itu terjadi krisis moneter pada tahun 1998 dan 2009, bank konvensional banyak 
yang terpuruk sementara bank syariah relatif tetap bertahan bahkan menunjukkan 
perkembangan. 
Namun, Masih banyak yang berpendapat bahwa menabung di bank syariah sama saja 
menabung di bank konvensional. Hal ini diakibatkan karena kurangnya pengetahuan mengenai aktivitas bank syariah kurangnya sosialisasi terkait bank syariah. Mengingat masyarakat desa bakti mayoritas beragama Islam, tetapi keberadaan bank Islam tidak mampu mengalihkan pemikiran nasabah bank konvensional ke bank syariah. Pengetahuan masyarakat yang belum mengetahui aktivitas usaha bank syariah karena masih dalam pengembangan. Tanggapan atau sikap masyarakat sangat bervariasi dalam hal layanan,sisitem operasional, kemudahan untuk mengakses keuangan atau produk yang ditawarkan. Masyarakat adalah elemen penting karena masyarakatlah yang akan menjadi nasabah bagi bank khususnya dalam pembahasan Persepsi 
Masyarakat terhadap Produk Perbankan Syariah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Persepsi 
1. Sikap yaitu mempengaruhi positive atau negative pendapat yang akan diberikan kepada 
seseorang. 
2. Motivasi yaitu hal yang membangkitkan hasrat seseorang mendasari sikap dan perilaku yang 
dilakukannya. 
3. Minat yaitu hal lain yang memberikan perbedaan penilaian seseorang pada suatu objek 
tertentu.
4. Pengalaman masa lalu yaitu dapat memberikan pengaruh terhadap pendapat seseorang 
karena akan mengambil keputusan yang sesuai pada yang ia pernah dilihat dan didengar.
5. Harapan yaitu mempengaruh persepsi dalam membuat keputusan berdasarkan
Dalam upaya memberikan arah kepada masyarakat maka sangat penting adanya sosialisasi 
kepada masyarakat tentang keberadaan bank syariah saat ini.meyakini masih banyak 
masyarakat yang belum memahami benar perbedaan bank syariah dengan bank konvensional. 
Sosialisasi yang diperlukan adalah pihak bank syariah menyampaikan kepada masyarakat 
tentang berbagai programnya terutama produk-produknya.
Ada beberapa alasan yang juga meyebabkan masyarakat di desa tidak memilih untuk 
menabung di Bank Syariah dikarenakan lokasi keberdaan bank syariah yang cukup jauh 
sehingga membuat masyarakat enggan untuk menjadi nasabah di bank syariah.
Oleh karena itu masyarakat juga menginginkan agar pihak bank dapat memberikan jasa dan 
pelayanannya yang bisa memberikan mereka kemudahan dalam bertransaksi dan bias 
berhubungan langsung dengan pihak bank syariah saat mereka membutuhkan bantuan. Sangat 
penting adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang perbankan syariah saat ini.Dengan 
memahami keberadaannya diharapkan mampu memperkenalkan kepada masyarakat dalam hal 
ini masyarakat desa bakti untuk bermuamalah secara islami.
Bank syariah di anggap seperti bank-bank pada umunya karena tidak terlepas dari kurangnya 
pemahaman dari masyarakat serta kurangnya sosialisasi dan informasi yang dilakukan oleh 
pihak bank kepada masyarakat mengenai perbankan syariah sehingga memberikan pandangan atau persepsi yang berbeda-beda. Sosialisasi sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang berkaitan dengan pengenalan konsep bank syariah,istilah-istilah, serta produk-produk yang ada pada bank syariah yang kurang paham dengan hal tersebut.
Dalam upaya memberikan arah kepada masyarakat, maka Rukiati menyatakan bahwa sangat penting adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang keberadaan bank syariah saat ini.Ia meyakini bahwa masih banyak masyarakat yang kurang paham tentang bank syariah atau 
masih memandang bahwa bank syariah itu sama saja dengan bank konvensional.
Jadi, disimpulkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap bank syariah masih kurang. 
Kebanyakan masyarakat sudah tahu apa itu Bank Syariah, tetapi mereka tidak tahu akad dan 
produk-produk apa saja yang ditawarkan oleh bank syariah sehingga masyarakat tidak berminat 
untuk menabung di bank syariah dan juga akses bank syariah yang masih kurang.
Untuk mengatasi persepsi masyarakat yang kurang memahami tentang bank syariah maka 
pihak bank perlu melakukan beberapa upaya seperti memberikan gambaran atau 
memberikan sosialisasi kepada masyarakat secara luas yang menjadi sebuah kebutuhan 
untuk melihat pemahaman masyarakat yang masih begitu rendah. Sosialisasi ini dapat dilakukan dengan mengadakan seminar-seminar yang memperkenalkan konsep perbankan 
syariah baik secara teori maupun pengaplikasiannya sehingga mudah untuk dipahami oleh 
masyarakat luas. 
Sosialisasi juga dapat dilakukan dengan promosi melalui media-media seperti media 
elektronik,media cetak bahkan media social yang akhir-akhir ini memberikan manfaat baik 
bagi masyarakat maupun instansi tertentu.

Walaupun dengan cara seperti ini tidak memberikan jaminan bahwa bank syariah akan 
mendapatkan banyak nasabah namun setidaknya dapat memberikan pemahaman yang akan 
mendorong seseorang untuk menabung dan akan memandang bahwa bank syariah itu 
sebenarnya tidak sesuai dengan realita yang ada. Jadi, masyarakat mengharapkan Edukasi atau sosialisasi mengenai Bank Syariah agar ProdukProduk yang ada didalam Perbankan syariah dapat tersampaikan dan masyarakat bisa 
mempertimbangkan dalam hal. Menabung, berinvestasi, deposito, asuransi dengan istilah 
islami yang mensejahterakan umat . oleh karena itu, masyarakat masih begitu kurang 
memahami tentang Perbankan Syariah, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih 
mendukung dengan adanya kehadiran Bank Syariah ditengah pertumbuhan bank konvensional 
yang sangat pesat. 

Simpulan
Perbankan syariah juga memiliki produk keuangan yang cocok bagi kamu dan tidak riba. Kamu 
harus tahu, secara garis besar, produk perbankan syariah dibagi tiga, yaitu produk penghimpun 
dana, produk jasa yang diberikan bank ke nasabah, dan produk penyaluran dana.
Mengingat masyarakat desa bakti mayoritas beragama Islam, tetapi keberadaan bank Islam 
tidak mampu mengalihkan pemikiran nasabah bank konvensional ke bank syariah. 
Pengetahuan masyarakat yang belum mengetahui aktivitas usaha bank syariah karena masih 
dalam pengembangan. 
Tanggapan atau sikap masyarakat sangat bervariasi dalam hal layanan,sisitem operasional, 
kemudahan untuk mengakses keuangan atau produk yang ditawarkan. Masyarakat adalah 
elemen penting karena masyarakatlah yang akan menjadi nasabah bagi bank khususnya dalam 
pembahasan Persepsi Masyarakat terhadap Produk Perbankan Syariah..
Untuk mengatasi persepsi masyarakat yang kurang memahami tentang bank syariah maka 
pihak bank perlu melakukan beberapa upaya seperti memberikan gambaran atau memberikan 
sosialisasi kepada masyarakat secara luas yang menjadi sebuah kebutuhan untuk melihat 
pemahaman masyarakat yang masih begitu rendah. Sosialisasi ini dapat dilakukan dengan 
mengadakan seminar-seminar yang memperkenalkan konsep perbankan syariah baik secara teori maupun pengaplikasiannya sehingga mudah untuk dipahami oleh masyarakat luas. 
Edukasi atau sosialisasi mengenai Bank Syariah agar Produk-Produk yang ada didalam 
Perbankan syariah agar dapat tersampaikan dan masyarakat bisa mempertimbangkan dalam 
hal. Menabung, berinvestasi, deposito, asuransi dengan istilah islami yang mensejahterakan 
umat Islam . oleh karena itu, masyarakat bisa memahami tentang Perbankan Syariah, hal ini 
menunjukkan bahwa masyarakat masih mendukung dengan adanya kehadiran Bank Syariah ditengah pertumbuhan bank konvensional yang sangat pesat.

Saran 
Berbagai informasi menyajikan bahwa persepsi masyarakat sangat miris terhadap produkproduk perbankan syariah yang sebenarnya bertujuan untuk mensejahterakan umat. Untuk itu 
mulai lah dari edukasi ke masyarakat dengan lillah tanpa meminta balas , dan memberikan 
sosialisasi yang membangun terhadap menset masyarakat. Dan menanamkan umat agar tidak 
memakan harta haram hasil riba bunga bank secara konvensional. Maka ayo, bangkit satukan 
perbedaan menjadikan kedamaian dan kesejahteraan bisa bermanfaat dunia dan akhirat. 
Harapan penulis dengan adanya jurnal hasil berbagai informasi yang terkait dengan, ” Persepsi 
Masyarakat terhadap Produk-produk Perbankan Syariah”, bisa memberika pemahaman 
yang bermanfaat bagi masyarakat umum yang belum mengetahui apa saja produk bank syariah. 


Postingan populer dari blog ini

Pemenang Lomba Desain Grafis IBF'20

Kajian Online

Sarasehan dan Evaluasi Program Kerja