Kajian Online

 Kajian Online
“Rupiah Positif Corona”

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

April’PS20 – Dalam kondisi pandemi, tentunya berdampak pada banyak hal. HMJ  Perbankan Syariah mencari alternatif kegiatan untuk merealisasi program kerja di tengah pandemi ini. Salah satunya dengan menggunakan media online. Program kerja ini dari Departemen Pengembangan Riset dan Intelektual (PIR).

Acara ini yaitu Kajian Online dengan tema  “Rupiah Positif Corona”. Diskusi dibuka oleh moderator pada pukul 20.00 WIB dan penyampaian CV pembicara. Kajian online ini diadakan pada hari Sabtu, tanggal 18 April 2020 dimulai dari pukul 20.00 wib. Pemateri di kajian online ini adalah Bu Minati Maulida, M.S.I, beliau selaku Dosen IAIN Pekalongan, dengan acara dipandu oleh seorang moderator yakni Saudari Khairunnisa’ Azmi Inayati.

Covid-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan.

Dampak penyebaran Covid-19 benar-benar memukul kondisi ekonomi nasional. Nilai tukar rupiah dilaporkan makin terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat, bahkan sempat menyentuh level Rp16.179 dan diprediksi dapat terus berlanjut hingga tembus mencapai Rp17 ribu per dolar AS. Posisi tersebut dikatakan melemah bahkan sebagian mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Anjloknya nilai rupiah disebabkan oleh anjloknya perekonomian global akibat kepanikan pasar menghadapi wabah virus corona (covid-19).

Dalam rangka mendukung kestabilisasi nilai tukar rupiah, BI melakukan kebijakan triple intervention, yaitu pertama, intervensi langsung di pasar spot  melalui menjual valas untuk menahan rupiah bergerak ke bawah. Kedua, intervensi dalam pasar Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) di pasar derivative valas domestic untuk mengarahkan level rupiah di jangka menengah. Ketiga, intervensi pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas asing untuk menjaga yield (tingkat imbal hasil) SBN dan pelemahan rupiah lebih lanjut.

Bank dapat menerapkan kebijakan yang mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi untuk debitur yang terkena dampak penyebaran COVID-19, termasuk dalam hal ini adalah debitur UMKM. Kebijakan stimulus dimaksud terdiri dari:

Penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit s.d Rp10 miliar.

Bank dapat melakukan restrukturisasi untuk seluruh kredit/pembiayaan tanpa melihat batasan plafon kredit atau jenis debitur, termasuk debitur UMKM. Kualitas kredit/pembiayaan yang dilakukan restrukturisasi ditetapkan lancar setelah direstrukturisasi

Cara restrukturisasi kredit/pembiayaan dilakukan sebagaimana diatur dalam peraturan OJK mengenai penilaian kualitas aset, antara lain dengan cara:

1) Penurunan suku bunga.

2) Perpanjangan jangka waktu.

3) Pengurangan tunggakan pokok.

4) Pengurangan tunggakan bunga.

5) Penambahan fasilitas kredit/pembiayaan.

6) Konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara.

Permasalah selanjutnya terkait dampak dari covid 19 ini yaitu munculnya PHK atau yang lebih baik lagi yaitu karyawan yang dirumahkan. Perlu disiapkan langkah-langkah mitigasi untuk sektor industri yang terdampak Covid-19 perlu dilakukan agar bisa bertahan dan tidak terjadi PHK besar-besaran. Langkah-langkah yang digunakan bisa melalui: pertama, program perlindungan sosial bagi pekerja industri dan pariwisata. Kedua, realokasi anggaran semacam program padat karya atau lainnya. Ketiga, stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha disektor industri dan pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini perlu dilakukan agar sektor indutri dan pariwisata bisa bertahan dan tidak melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) secara besar-besaran.


---------------------------------

Follow us :

Ig @hmjpbs.iainpkl

Twitter @hmjpbs_iainpkl

Fb : Perbankan Syariah IainPkl (Hmj)

#hmjpbs #perbankansyariah #iainpekalongan #pbsasyik #kajianonline

Postingan populer dari blog ini

KUNJUNGAN INDUSTRI

RAPAT KERJA BERSAMA PEMBINA PERBANKAN SYARIAH 2018

SEMINAR NASIONAL " ISLAMIC MICRO FINANCING FOR 4.0"