Diskusi Online

 Diskusi Online
“Peran Media di Tengah Pandemi Covid-19”

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

April’PS20 – Dalam kondisi pandemi, tentunya berdampak pada banyak hal. HMJ  Perbankan Syariah mencari alternatif kegiatan untuk merealisasi program kerja di tengah pandemi ini. Salah satunya dengan menggunakan media online. Program kerja ini dari Departemen Media dan Komunikasi (MEDKOM).

Acara ini yaitu Diskusi Online dengan tema  “Peran Media di Tengah Pandemi Covid-19”. Diskusi dibuka oleh moderator pada pukul 20.00 WIB dan penyampaian CV pembicara. Diskusi online ini diadakan pada hari Rabu, tanggal 22 April 2020 dimulai dari pukul 20.00 wib. Pemateri di diskusi online ini adalah saudara Dodi Setiawan, beliau merupakan admin dari Berita Pekalongan, dengan acara dipandu oleh seorang moderator yakni Saudara Dicky Ferryanda.

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan.Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkangangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Alih teknologi membuat media massa berubah. Untuk mempertahankan eksistensinya, media massa berbasis online harus bergulat dengan jumlah “klik dan views” pada laman berita. Keduanya tentu berimplikasi pada jumlah adsense guna menopang operasional dapur redaksi. Media massa berbasis online juga harus berlomba satu sama lain untuk menjadi yang tercepat dalam menghadirkan pemberitaan. Tidak heran jika beberapa media meletakan kalimat-kalimat yang memancing rasa ingin tahu pembaca pada judul berita (clickbait). Tidak jarang, judul yang diberikan justru memuat substansi yang sedikit berbeda dengan isinya.

Selain itu, di tengah pandemic seperti sekarang ini, semakin diperparah dengan maraknya berita hoax. Ada beberapa tips menghindari berita hoax, diantaranya yaitu:

1) Memiliki judul yang bombastis.

2) Perhatikan baik-baik URL dan isi halaman beritanya.

3) Cek sumber informasinya.

4) Lihat berita atau informasi lainnya.

5) Dapatkan informasi resmi dari otoritas kesehatan global dan lokal.


Lalu, bagaimana media harus bertindak?

Sebagai sumber informasi, yang pertama tentunya media massa tidak boleh melupakan kewajiban utamanya untuk mengedukasi masyarakat. Tidak hanya dengan memberikan data statistik korban COVID-19, edukasi yang dimaksud juga termasuk mengkomunikasikan penelitian dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Media juga berperan penting dalam membentuk persepsi dan keputusan publik tentang kesehatan.

Optimisme publik juga harus dibangun lewat media. Informasi terkini memang harus disampaikan. Namun mari tetap berimbang dalam pemberitaan. Misalnya berita kenaikan jumlah pasien teridentifikasi positif dapat diimbangi dengan kabar naiknya jumlah pasien yang sembuh.

Kedua, media harus mampu meredam stigma negatif dan diskriminasi lewat pemberitaannya. Poin ini nampaknya harus diperhatikan bukan hanya oleh media nasional, tetapi juga media internasional. Misalnya pada Der Spiegel, majalah mingguan populer di Jerman ini menerbitkan sampul yang menampilkan seorang pria Asia mengenakan pakaian pelindung dan topeng sambil melihat teleponnya. Judulnya berbunyi “Dibuat di Tiongkok: Ketika Globalisasi Menjadi Bahaya Tenggat Waktu”.

Tidak hanya terkait ras, menghormati privasi pasien dalam pemberitaan nampaknya jadi cara yang dapat ditempuh guna meredam diskriminasi. Di tengah kekalutan seperti ini, identitas privasi pasien menjadi buruan kepala-kepala penasaran masyarakat. Rasanya media tidak perlu memanfaatkan situasi sekedar untuk menaikan rating pemberitaan namun berimbas pada kekhawatiran berlebih masyarakat.

Yang ketiga, media tidak boleh lupa untuk memposisikan diri sebagai sarana kontrol masyarakat terhadap kebijakan publik, dalam hal ini terkait COVID-19. Sudah selayaknya media massa bersatu dalam keberpihakan pada kepentingan publik. Dengan kekuatan yang sedemikian besar, media mampu menjadi jembatan untuk mendorong pemerintah agar mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berdampak positif sekaligus mengedukasi masyarakat sendiri.


---------------------------------

Follow us :

Ig @hmjpbs.iainpkl

Twitter @hmjpbs_iainpkl

Fb : Perbankan Syariah IainPkl (Hmj)

#hmjpbs #perbankansyariah #iainpekalongan #pbsasyik #diskusionline

Postingan populer dari blog ini

KUNJUNGAN INDUSTRI

RAPAT KERJA BERSAMA PEMBINA PERBANKAN SYARIAH 2018

SEMINAR NASIONAL " ISLAMIC MICRO FINANCING FOR 4.0"